Apa Itu Pajak Progresif dan Bagaimana Menghitungnya?

Pajak Progresif

Kendaraan bermotor itu adalah mobil atau motor merupakan salah satu bentuk kekayaan. Kekayaan tersebut harus dikenai pajak. Besaran pajak yang didapatkan oleh sebuah kendaraan bermotor memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini tentu dipengaruhi oleh banyak hal mulai dari tahun pembelian kendaraan hingga mengenai jumlah kendaraan sebelumnya yang anda miliki. Pengaruh dari pajak kendaraan yang anda dapatkan ini disebut juga dengan tarif pajak progresif motor.

Dasar hukum pajak progresif

Tentu pemberian pajak progresif memiliki dasar hukum. Dasar hukum dari pajak progresif ini ada pada Undang Undang nomor 28 tahun 2009. Undang Undang tersebut merupakan Undang Undang tentang Pajak Daerah dan juga retribusi daerah. Dalam Undang Undang tersebut disebutkan bahwa pemberian pajak progresif dilakukan dengan 3 kategori.
  1. Kategori kepemilikan kendaraan dengan roda kurang dari 4
  2. Kategori kepemilikan kendaraan dengan roda 4
  3. Kategori kepemilikan kendaraan dengan roda lebih dari 4
Jadi jika sebuah keluarga memiliki 1 mobil dan 1 motor maka ia tidak akan dikenakan pajak progresif atau hanya dikenakan pajak progresif pertama. Tapi jika memiliki 2 mobil dan 2 motor maka akan ada pajak progresif kedua yang perlu anda bayarkan.

Lalu bagaimana cara cek pajak kendaraan bermotor yang anda miliki?

Untuk cek pajak kendaraan bermotor apakah kendaraan anda masuk ke kendaraan dengan pajak progresif atau tidak anda bisa mengeceknya sendiri. Yang tidak banyak orang tahu adalah besaran dari tarif pajak progresif motor yang akan didapatkan oleh seseorang dengan kepemilikan kendaraan lebih dari 1. Besaran dari nilai pajak progresif dari kendaraan dengan jumlah lebih dari 1 ini adalah 2% dan makin banyak jumlah kendaraannya maka persentase akan naik 0.5%. Berikut ini penjelasannya.
  1. Pajak kendaraan kedua adalah pajak kendaraan + 2% pajak progresif
  2. Pajak kendaraan kedua adalah pajak kendaraan + 2.5% pajak progresif
  3. Pajak kendaraan ketiga adalah pajak kendaraan + 3% pajak progresif
  4. Pajak kendaraan keempat adalah pajak kendaraan + 3.5% pajak progresif
  5. Dan seterusnya
Aturan dari pajak progresif ini merupakan aturan resmi dari pemerintah DKI. Untuk daerah anda yang ada di luar DKI mungkin akan beda jumlah persentasenya.

Cara hitung pajak progresif

Untuk menghitung pajak progresif yang dimiliki oleh masing-masing kendaraan dari sebuah kepemilikan dilakukan dengan menghitung NJKB dari tiap kendaraan tersebut. NJKB adalah singkatan dari Nilai Jual Kendaraan bermotor. Nilai ini ditetapkan oleh Pihak Dinas Pendapatan Daerah dengan rumus : (PKB/2) x 100. Atau selain menghitungnya anda juga bisa melihatnya pada lembar belakang STNK anda.

Untuk menghitung pajak progresif motor, anda bisa mengalikan NKJB dengan persen pajak progresif anda lalu menambahkan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang jemaah umrah bisa anda temukan di STNK anda. Setelah itu anda akan mendapatkan tarif pajak progresif motor anda.

Belum ada Komentar untuk "Apa Itu Pajak Progresif dan Bagaimana Menghitungnya?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel